Kamis, 05 Agustus 2021

Download Form Aplikasi PPh 21 Gross Up. Bisa di copy ke Ms Excel


Cara Penggunaan Form PPh 21 Gross Up


Bagi anda yang ingin mengetahui perhitungan PPh 21 anda dengan metode gross up namun kesulitan untuk melakukan perhitungan sendiri, berikut form aplikasi PPh 21 Gross Up yang dapat anda gunakan untuk menghitung PPh 21 anda.

Langkah yang perlu anda lakukan adalah :
1. Pengisian Data Wajib Pajak
2. Pengisian Data Penghasilan 

Hasil perhitungan dapat langsung anda ketahui.

Berikut link download nya



Terima Kasih
Semoga Bermanfaat


Jumat, 02 Juli 2021

e-filing Gagal Upload, "Proses Upload tidak berhasil : Gagal Decrypt"

efiling Gagal Upload, 
"Proses Upload tidak berhasil : Gagal Decrypt"



Beberapa kendala yang terkadang kita alami ketika melakukan pelaporan pajak melalui e filing adalah gagal upload file. Terdapat beberapa penyebab terjadinya gagal upload file, diantaranya adalah karena file pdf yang anda upload terlalu besar. 

Gagal Upload, File pdf 1.018 KB



pdf file 1.018 KB


Solusi untuk permasalahan tersebut adalah dengan mengatur file pdf agar lebih kecil sampai dibawah 1.000 KB. Hal ini dapat dilakukan dengan mengkompres file. Mengkompres file pdf dapat dilakukan secara online tanpa harus install software. Anda dapat googling, terdapat banyak web yang menyediakan kompress pdf online. Salah satu nya adalah https://pdfcompressor.com

Berikut langkah-langkah mengkompress file pdf di https://pdfcompressor.com

1. Unggah File


2. Unduh File


Praktis dan mudah serta hasil kompress yang sangat besar mencapai -66%


Apabila anda telah berhasil melakukan kompress file pdf anda berikutnya anda save as sesuai nama file yang akan di upload sebelumnya dan langkah terakhir adalah upload ulang

Upload Berhasil


Semoga bermanfaat
Terima Kasih

Jumat, 25 Juni 2021

PPh 21 Gross Up

PPh 21 Gross Up

Salah satu metode perhitungan PPh 21 adalah dengan metode Gross Up. Metode pemotongan PPh 21 Gross Up adalah perhitungan PPh 21 dimana perusahaan memberikan tunjangan sejumlah PPh 21 yang akan dipotong dari Karyawan. Artinya perusahaan tetap melakukan pemotongan atas gaji karyawan namun juga memberikan tunjangan yang jumlah nya sama besar. Adapun tunjangan tersebut dapat diakui oleh perusahaan sebagai biaya yang tidak dikoreksi fiskal. 

Dalam menghitung tunjangan PPh 21 dan PPh 21 perlu diperhatikan ketentuan ketentuan berikut : 

1. Biaya Jabatan 
Biaya Jabatan adalah sebesar Rp 500.000 sebulan atau Rp 6.000.000 setahun 

2. PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) 




3. Tarif PPh 21 

4. Tarif Tunjangan PPh 




Cara Perhitungan 

Cara perhitungan PPh 21 Gross Up adalah sebagai berikut : 
1. Menghitung Tunjangan PPh 21 
2. Menghitung PPh 21 

Contoh: Bapak Yanto Karyawan Swasta dengan Gaji per bulan Rp 12.000.000, setiap bulan perusahaan menyetorkan BPJS TK total sebesar 6,24% dari Gaji dimana yang menjadi beban perusahaan adalah 4,24% sementara 2% adalah dipotong dari Gaji Karyawan. Status Pak Yanto belum menikah 

Mari kita bahas satu per satu, 

1. Perhitungan Tunjangan PPh 21
2. PPh 21 

Dari hasil perhitungan diatas didapat besarnya tunjangan PPh 21 adalah sebesar Rp 792.533. Kemudian kita masuk ke tahap ke 2 yaitu perhitungan PPh 21. Pada perhitungan PPh 21 ini tunjangan PPh 21 tersebut kita masukkan dalam komponen penghasilan. Perhitungannya adalah sebagai berikut :
Jadi PPh 21 yang disetor adalah sebesar Rp 792.533 sama besar dengan tunjangan yang diberikan.

Demikian sedikit berbagi cerita mengenai cara perhitungan PPh 21 dari saya, apabila ada hal yang tidak sesuai mohon koreksi dan sama sama kita belajar. 

Terima Kasih

Selasa, 25 Mei 2021

Tidak Bisa Login ke djponline Pesan Kesalahan : SO008-Kode Keamanan tidak sesuai



Anda gagal login ke DJP Online meskipun anda sudah benar memasukkan NPWP, Password dan kode keamanannya? Berikut solusinya :

1. Masukkan NPWP

2. Masukkan Password

3. Ubah kode keamanan 


4. Masukkan kode keamanan yang baru

5. Login

Semoga berhasil



Jumat, 07 Desember 2012

Pengajuan KPR

Hindari kehilangan booking fee karena tidak disetujuinya pengajuan KPR


Tempat tinggal adalah kebutuhan pokok yang mesti dipenuhi. Apalagi untuk anda yang sudah berkeluarga. Meskipun mengontrak rumah pun tidak salah tapi alangkah baiknya jika kita bisa memiliki rumah sendiri walaupun dengan kredit ke bank.

Pertimbangan jangka panjang untuk memilih  antara mengontrak rumah dengan mengangsur rumah adalah mengontrak sampai kapanpun tidak akan berujung pada memiliki meski dengan membayar tiap bulan atau tiap tahun. Tapi dengan kredit rumah kita memiliki rumah meskipun harus membayar tiap bulan dalam jangka waktu tertentu. Untuk itulah pertimbangkan dengan benar supaya kita dapat memiliki rumah minimal dengan KPR.

Kredit Kepemilikan Rumah atau KPR adalah salah satu cara untuk membeli rumah. Banyak diambil terutama bagi kita yang tidak memiliki dana cukup untuk membeli tunai atau sayang mengeluarkan dana tunai dalam jumlah banyak. Karena dana tersebut bisa juga kita gunakan untuk keperluan lain maupun memulai usaha tertentu.

Pilihlah rumah idaman anda dengan type, lingkungan, lokasi yang menurut anda nyaman. Karena rumah yang akan anda tinggali adalah untuk kenyamanan anda dalam beristirahat dan menikmati hidup bersama keluarga. Bahkan jika anda membeli rumah untuk tujuan investasipun alas an tersebut tetap harus dipertimbangkan. Karena denga type yang sedang digemari saat ini, kondisi lingkungan yang nyaman, lingkungan masyarakat yang bagus tidak bentar-bentar ada tawuran, bentar-bentar ada kerusuhan ataupun lokasi yang menurut anda nyaman, akses mudah misalnya. Dengan alas an ini nilai investasi kita akan cepat meningkat.

Bagi anda yang berpenghasilan pas-pasan apalagi dengan beban tanggungan yang lumayan banyak terkadang menimbulkan kekhawatiran tidak disetujuinya pengajuan KPR anda sementara biasanya oleh developer anda akan diminta membayar booking fee sebagai tanda jadi supaya rumah tidak ditawarkan ke orang lain selama proses KPR. Dan ini biasanya akan hangus bila KPR anda tidak disetujui oleh bank. 

Untuk menghindarinya cobalah anda hitung-hitung sendiri kemampuan bayar anda karena salah satu pertimbangan bank untuk menyetujui pengajuan KPR anda adalah kemampuan anda untuk membayar angsuran selama jangka waktu tertentu. Berikut salah satu contoh untuk menghitung kemampuan bayar/Jumlah angsuran anda :


Dari contoh diatas beban angsuran perbulan anda untuk kondisi tersebut adalah kurang lebih Rp 2.800.000.- /Bulan. Pertanyaannya adalah mampukah anda menurut analisa bank? Coba anda hitung, rata-rata bank mensyaratkan jumlah angsuran maksimal anda adalah 30% dari total penghasilan anda jadi untuk angsuran sebesar Rp 2.800.000.- penghasilan anda minimal sebesar 
                
                                               = 30% / Rp 2.800.000.-
                                               = Rp 9.419.244

Jadi anda dapat mengantisipasi sebelum booking fee dibayar hitung terlebih dahulu kemampuan bayar anda.
Jika hitungan anda menghasilkan nilai yang memang tidak mencukupi, jangan dipaksakan. Alternatifnya adalah
1.  Perbesar DP, dan/atau
2. Tambah periode pembiayaan maksimal 20th

Jika memang masih tidak masuk maka anda harus mencoba mencari perumahan lain dengan harga yang lebih murah.



Senin, 03 September 2012

Malin Kundang

MALIN KUNDANG
ANAK DURHAKA DARI SUMATERA BARAT

Pada suatu waktu, hiduplah sebuah keluarga nelayan di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak laki-laki yang diberi namaMalin Kundang. Karena kondisi keuangan keluarga memprihatinkan, sang ayah memutuskan untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan mengarungi lautan yang luas.

Maka tinggallah si Malin dan ibunya di gubug mereka. Seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan bahkan sudah 1 tahun lebih lamanya, ayah Malin tidak juga kembali ke kampung halamannya. Sehingga ibunya harus menggantikan posisi ayah Malin untuk mencari nafkah. Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.
Setelah beranjak dewasa, Malin Kundang merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Malin tertarik dengan ajakan seorang nakhoda kapal dagang yang dulunya miskin sekarang sudah menjadi seorang yang kaya raya.
Malin kundang mengutarakan maksudnya kepada ibunya. Ibunya semula kurang setuju dengan maksud Malin Kundang, tetapi karena Malin terus mendesak, Ibu Malin Kundangakhirnya menyetujuinya walau dengan berat hati. Setelah mempersiapkan bekal dan perlengkapan secukupnya, Malin segera menuju ke dermaga dengan diantar oleh ibunya. “Anakku, jika engkau sudah berhasil dan menjadi orang yang berkecukupan, jangan kau lupa dengan ibumu dan kampung halamannu ini, nak”, ujar Ibu Malin Kundang sambil berlinang air mata.
Kapal yang dinaiki Malin semakin lama semakin jauh dengan diiringi lambaian tangan Ibu Malin Kundang. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu.
Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.
Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu, ibu Malin Kundang setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya.
Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui anaknya, melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.
Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. “Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?”, katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tapi apa yang terjadi kemudian? Malin Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh.
“Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku”, kata Malin Kundang pada ibunya. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping. “Wanita itu ibumu?”, Tanya istri Malin Kundang. “Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku”, sahut Malin kepada istrinya. Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata “Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu”. Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.

Disadur dari : http://kristalmutiara89.blogdetik.com/




Sabtu, 01 Januari 2011

Rumah Pertama-Ku

Alhamdulillah
Syukurku atas nikmat-Nya
Inilah rumah pertamaku.




Lokasinya di Perumahan Serpong Green Park,


Tapi meski namanya serpong ternyata lokasi tepatnya bukanlah di serpong melainkan masih masuk daerah Pamulang.


Tipe yang aku ambil adalah Type Kenari Blok Q-11 dengan Luas Bangunan 35 dan luas tanah yang tidak terlalu luas yaitu 72 m persegi.


Sekilas Gambar untuk lingkungan Permahan


Aku sangat mensyukuri ini, aku juga sangat menikmati perjuangan hingga ini bisa aku nikmati. Alhamdulillah ya Allah, semoga rumah ini bisa membawa berkah, kedamaian dan kenyamanan untuk keluarga kecilku. Amin...

Lengkapnya www.serpong-greenpark.blogspot.com

Sabtu, 13 November 2010

Menghitung Jumlah Setoran Pajak Ke Negara. PPh 21, PPh 23, PPh, 25, PPh Badan

Menghitung Jumlah Setoran Pajak PPh 23, PPh 25, PPn Masa, PPh Badan 

Berapa sih pajak dalam setahun yang sebenarnya perusahaan setorkan ke negara? Ini yang akan coba saya bahas, dan jika anda mempunyai analisa yang berbeda jika berkenan silahkan share ke saya karena yang akan saya bahas ini adalah murni pendapat saya. 

Sebelum tanggal 10 untuk tiap bulannya kita menghitung, menyetorkan dan melaporakan PPh 21 Karyawan, PPh 25 Badan, PPh 23 (Jika ada). Menyetorkan dibulan berikutnya dan melaporkan 1 hari setelah tanggal penyetoran untuk PPn Masa. Paling tidak itulah yang frekuensinya paling sering tiap bulannya selain PPh 22 yang ada beberapa dalam setahun. Sedangkan pajak tahunannya adalah PPh Badan yang harus disetor (jika status kurang bayar) dan dilaporkan paling lambat 30 April tahun berikutnya. Untuk detail ketentuan batas waktu penyetoran dan pelaporan masing-masing dapat anda baca disini www.pajak.go.id 

Dari pajak-pajak tersebut, sebenarnya berapa sih yang murni kita setorkan ke Negara? Marilah kita analisa bersama…!! 

PPh 21 
Pajak penghasilan pasal 21 atau yang biasa disebut PPh 21 adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan. Pajak penghasilan ini dipotong dari penghasilan/gaji karyawan dan kita setorkan dan laporkan ke Negara. Namaun dalam prateknya pajak penghasilan ini bisa saja tidak bersumber dari pemotongan penghasilan karyawan melainkan dibayarkan oleh perusahaan pemberi kerja. Jadi karyawan akan menerima penuh dari total penghasilannya. Banyak tujuan untuk hal ini yaitu salah satunya untuk meningkatkan loyalitas karyawan ke perusahaan. 

Ringkasnya seperti ini, 
Pertama pajak penghasilan dipotong dari penghasilan karyawan tentunya sesuai tarif dan ketentuan yang berlaku. Kedua pajak penghasilan dibayar oleh perusahaan pemberi kerja. 

Adapun pengakuan dan perlakuan pajak penghasilan yang dibayarkan perusahaan ini perusahaan dapat melakukan pencatatannya dengan 2 cara. Pertama perusahaan akan menyetorkan pajak penghasilan karyawan dan mengakuinya sebagai pemberian tunjangan yang akan masuk dalam account cost tersendiri sebagai pengurang laba perusahaan. Kedua adalah masuk dalam komponen gaji/penghasilan karyawan dimana pengasilan karyawan adalah sebesar penghasilan ditambah dengan pajak penghasilan untuk penghasilan tersebut. Jadi perusahaan tidak membebankan pajak penghasilan yang disetorkan ke Negara tersebut sebagai tunjangan melainkan memasukannya dalam komponen gaji meskipun keduanya sama-sama sebagai pengurang laba perusahaan. 

Lalu untuk menjawab berapa pajak yang disetorkan ke Negara untuk PPh 21 ini, maka jawabannya adalah tidak ada (Nol) jika perusahaan melakukan pemotongan pph 21 ke karyawan. Dan ada (sesuai dengan tarif dan ketentuan yang berlaku) jika perusahaan tidak melakukan pemotongan (perusahaan yang membayar pajak penghasilan). 

PPn Dalam Negeri Masa 
PPn atau pajak pertambahan nilai, tarif yang dikenakan adalah 10%. Ada dua jenis pajak ini, pertama adalah pajak yang kita kenakan atas penjualan barang/jasa atau yang biasa dikenal dengan PPn Keluaran. Kedua adalah pajak yang kita terima atas pembelian barang/jasa atau yang biasa dikenal dengan PPn Masukan. 

Logikanya jika perusahaan sehat dan tidak ada faktor lain maka besarnya PPn Keluaran akan lebih besar dari PPn Masukan yang artinya perusahaan memiliki status kurang bayar untuk PPn DN Masa nya dan harus disetor dibulan berikutnya dan dilaporkan 1 hari setelah penyetoran (peraturan tahun 2010). 

Pajak keluaran adalah pajak yang kita kenakan ke pembeli atas barang/jasa yang kita jual ke mereka dalam artian kita akan mendapatkan pembayaran dari hasil penjualan barang/jasa ditambah dengan pajak pertambahn nilainya (saat ini tarif PPn yang berlaku adalah 10%). Dan pajak masukan adalah pajak yang dikenakan ke kita atas barang/jasa yang kita beli dari supplier, dalam artian uang yang akan kita bayarkan adalah harga barang/jasa ditambah dengan PPn. 

Jadi jika perusahaan sehat berarti income akan lebih besar dari expense. Meski tidak selalu demikian karena besar kecilnya PPn keluaran dan PPn Masukan dipengaruhi pula oleh term pembayaran yang telah disepakati dalam proyek. 

Misalkan term pembayaran adalah 100% after job complete, berarti perusahaan akan melakukan pembelanjaan terlebih dahulu tanpa adanya income sebelum proyek selesai. Artinya dibulan saat pembelanjaan terjadi perusahaan akan mengalami lebih bayar karena belum adanya penagihan yang berarti belum adanya PPn Keluaran. 

Berikut contoh dan penjelasannya: 
Perusahaan mendapat kontrak dari Oil & Gas Company senilai USD 100.000,- untuk pengerjaan PLC Base Monitoring System dimana item dari PO nya adalah PLC Supply USD 70.000,- dan Service USD 30.000,-. Lingkup pekerjaan ini adalah perusahaan akan membuatkan PLC sesuai dengan pesanan sampai instalasi dan training ke Oil & Gas Company. Dan untuk melaksanakan kontrak ini perusahaan membeli material komponen PLC yang di beli dari Energy Industrial & Electrical Supply sebesar USD 40.000,- dan mengeluarkan work order untuk jasa fabrikasi yang tidak bisa dilakukan sendiri ke Fabrication Techno dengan nilai WO sebesar USD 10.000,- 

Lalu berapa pajak pertambahan nilai yang disetor ke Negara? 
PPn keluaran yang diterima dari Oil & Gas Company adalah USD 100.000,- x 10% = USD 10.000,- 
PPn masukan yang dibayarkan ke Energy Industrial & Electrical Supply adalah USD 40.000,- x 10% = USD 4.000,- 
PPn masukan yang dibayarkan ke Fabrication Techno sebesar USD 10.000,- x 10% = USD 1.000,- 
Dan pajak yang harus disetor ke Negara adalah PPn Keluaran – PPn Masukan, yaitu USD 10.000,- – USD 5.000,- = USD 5.000,- 

Ini hanya untuk memudahkan ilustrasi. Dalam prakteknya PPn keluaran yang kita terima dari customer tidak selalu berbarengan dalam bulan yang sama dengan PPn yang kita bayarkan ke supplier. Jadi mungkin perusahaan akan mengeluarkan uang terlebih dahulu untuk membayar PPn ke supplier kemudian akan menerima PPn dari Customer dibulan berikutnya tergantung dengan invoice dan termin pembayaran serta jangka waktu pembayaran. Dan jumlah PPn yang kita setorkan dan laporkan ke Negara tiap bulannya mungkin akan berbarengan dengan PPn untuk kontrak lain. 

Jadi berapa pajak pertambahan nilai (PPn) yang kita bayarkan ke Negara? 
Jawabnya adalah tidak ada (nol). Mengapa? Karena PPn yang kita setorkan ke Negara sebesar USD 5.000,- sejatinya adalah uang pajak pertambahan nilai yang kita terima dari customer sebesar USD 10.000,- dimana kita bayarkan ke supplier dan sub kontraktor sebesar USD 5.000,- dan kita bayarkan ke Negara sebesar USD 5.000,- 

PPh Pasal 23 
Pajak penghasilan pasal 23 adalah pajak penghasilan yang dipotong atas jual beli jasa. 
Dalam ilustrasi diatas perusahaan akan dipotong oleh Oil & Gas Company sebesar USD 30.000,- x 2% = USD 600,- Dan perusahaan akan memotong PPh 23 ke Fabrication Techno sebesar USD 10.000,- x 2% = USD 200,- 
Untuk PPh 23 penyetoran dan pelaporannya tidaklah seperti PPn. PPh 23 yang dipotong dari customer dan yang kita potong dari supplier tidak bisa dicompare untuk mendapatkan nominal angka yang akan kita setorkan ke Negara. 
Yang harus disetorkan ke Negara untuk PPh 23 adalah USD 200.- yaitu sejumlah yang kita potong dari pemberi jasa dan dilaporkan sebelum tgl 10 bulan berikutnya. 
Sedangkan PPh 23 yang dipotong oleh Oil & Gas Company sebesar USD 600.- akan kita kreditkan ke PPh Badan untuk tahun berjalan. (Pembahasannya akan dibahas bersama PPh 25). 

Lalu berapa pajak yang sebenarnya kita setorkan ke Negara untuk PPh 23? 
Apakah sebesar yang kita potong dari supplier dan kita setorkan ke Negara itu? Atau sebesar yang kita dipotong oleh customer? Jawabnya adalah tidak ada (nol). Mengapa? Karena pph 23 yang kita potong dan kita setorkan ke Negara dibulan berikutnya itu adalah jelas dananya berasal dari pemotongan ke supplier/pemberi jasa. Dan PPh 23 yang kita dipotong oleh customer nantinya akan kita kreditkan ke PPh Badan. 

PPh 25 dan PPh Badan 
PPh pasal 25 yang kita setorkan ke Negara tiap bulannya adalah angsuran pajak yang akan dikreditkan ke PPh Badan untuk tahun yang berjalan. Perhitungan PPh 25 yang dibayarkan tiap bulannya adalah dari PPh badan tahun sebelumnya setelah dikurangi jumlah total angsurang PPh 25 selama tahun berjalan dikurangi jumlah total PPh Psl 23 selama tahun berjalan yang dipotong oleh pembeli jasa kita dan dikurangi jumlah total PPh 22 yang dibayarkan ditahun berjalan dibagi 12 (bulan dalam setahun). 

Kenapa berdasarkan perhitungan PPh badan tahun sebelumnya? 
PPh badan adalah diperoleh dari perhitungan tarif PPh pasal 17 dikalikan laba perusahaan berdasarkan perhitungan fiskal. 
Poinnya adalah laba perusahaan. 
Diasumsikan bahwa perusahaan akan mendapatkan laba perusahaan ditahun berjalan minimal sebesar laba yang diperoleh tahun lalu. Karena pastinya perusahaan ingin terus berkembang dengan peningkatan laba perusahaan tidak stagnan atau bahkan mundur. 

Lalu berapa PPh pasal 25 yang kita setorkan ke Negara Tahun ini (Misalkan th 2010)? 

Berikut perhitungannya 
Laporan Laba (Rugi) Per, 31 Des 2009 Asumsi dengun kurs Rp 10.000.- / USD 1.- 
Pendapatan 100.000.000.- 
Biaya-Biaya Proyek 
By Material 40.000.000.- 
By Subcont 10.000.000.- 
Total Biaya Proyek 50.000.000.- 
Laba Kotor 50.000.000.- 
Biaya Administrasi & Umum 20.000.000.- 
Laba Sebelum Pajak 30.000.000.- 

Perhitungan PPh Psl 17 (th 2009) 28% x 50% x 30.000.000 = 4.200.000.- 
Laba Setelah Pajak 25.800.000.- 

Dari laporan laba (rugi) tersebut diketahui bahwa jumlah pajak penghasilan badan tahun 2009 adalah sebesar 4.200.000.- . 

Berapa angsuran PPh Psl 25 untuk tahun depan (2010)? 

PPh Badan Rp 4.200.000.- PPh 25 th 2009 Rp 0.- PPh 23 th 2009 Rp 2.000.000 PPh 22 th 2009 Rp 0.- Rp 2.000.000.- Maka PPh 29 Tahun 2009 Rp 2.200.000.- 

Jumlah angsuran PPh 25 yang disetor ke Negara tiap bulannya di tahun 2010 adalah Rp 2.200.000.- 12 Rp 183.333.- 

Jadi jumlah angsuran PPh pasal 25 untuk tahun depan (2010) adalah Rp 183.333.- tiap bulan 

Sekarang kita bahas kembali mengenai PPh 23 yang kita bayarkan ke supplier/pembeli jasa. 
Dalam ilustrasi diatas, PPh 23 yang dikenakan ke kita oleh fabrication techno yaitu sebesar USD 200 adalah menjadi pengurang untuk PPh Badan Tahun berjalan (2009) 

Kesimpulan Dari ilustrasi diatas dapat diketahui bahwa jumlah yang sebenarnya disetorkan perusahaan ke Negara adalah : 

PPh 21 
Jika perusahaan melakukan pemotongan pph 21 ke karyawan maka Rp 0.- Jika perusahaan tidak melakukan pemotongan (perusahaan yang membayar pajak penghasilan) maka jumlahnya ada sesuai dengan tarif dan ketentuan yang berlaku Untuk hal ini kita ambil misalkan perusahaan melakukan pemotongan PPh 21 ke karyawan, jadi jumlahnya adalah Rp 0.- dalam artian perusahaan tidak kehilangan uang untuk membayar. 

PPh 23 
PPh 23 yang kita potong dari pembeli jasa, jumlah pembayaran kita ke Negara adalah Rp 0.- karena meskipun ada penyetoran PPh 23 tetapi hakekatnya uang tersebut adalah hasil pemotongan ke pembeli Jasa. 
PPh 23 yang dipotong oleh pemberi jasa, jumlah pembayaran kita ke Negara adalah Rp 0.- Jumlah yang dipotong tersebut seolah mengurangi jumlah pemasukan kita tetapi sebenarnya jumlah tersebut nantiya adalah sebagai pengurang dari jumlah PPh Badan. Jadi perusahaan tidak kehilangan uang untuk membayar. 

PPh 25 
Jumlah yang kita setor tiap bulan adalah sebagai angsuran yang akan menjadi pengurang jumlah PPh Badan. 

PPh Badan 
PPh Badan inilah yang sebenarnya menjadi kontribusi perusahaan ke Negara 

Jadi meskipun tiap bulan kita menyetor pajak baik untuk PPn, PPh 21, PPh 23, PPh 25 janganlah kemudian beranggapan bahwa jumlah setoran pajak kita sebanyak itu apalagi mempunyai pemikiran dengan adanya kasus GAYUS “Wah tiap bulan kita bayar upeti ke SUPER GAYUS ei.. kita banting tulang GAYUS senang-senang” Haaa… 

Semoga analisa saya ini bermanfaat dan sekali lagi ini hanyalah pendapat saya. Jika anda memiliki pendapat yang lebih tepat dengan ketentuan peraturan perpajakn di Indonesia ini jika anda berkenan berbagi, dengan senang hati saya akan menerimanya. Segala kekurangan dan kesalahan mohon koreksi bersama. 

Terima Kasih

Jumat, 05 November 2010

My Memorie's

Segala puji bagi Allah atas segala Nikmat-Nya
Dan inilah satu dari berjuta nikmat Allah untukku
Nikmat yang sangat dan harus ku syukuri selalu
Pernikahanku....

Masyruchi, SE & Lusiana, S.Ab



Selasa, 09 Maret 2010

SusterNgepot



Suster Ngepot

Tusuk Jelangkung, Hantu Ambulance, Terowongan Casablanca, dan masih banyak lagi deretan film-film Indonesia yang berbau horor. Kesuksesan film-film itulah yang mengawali film-film horor Indonesia berikutnya. Namun film adalah hiburan yang menawarkan untk ditonton halayak ramai. Dan disinilah parameter kesuksesan sebuah film. Semakin banyak jumlah penonton berarti film tersebut makin sukses. Untuk itulah industri film harus pandai membaca arah keinginan masyarakat untuk film-film yang ingin ditontonnya.

Berderetnya film-film horor yang terus bermunculan membuat masyarakat mulai bosan untuk menontonnya. Mungkin inilah yang dipahami oleh produser dan sutradara film "SUSTER NGEPOT". Ya, Suster Ngepot. Pasar untuk film horor mulai berkurang namun tidak sepenuhnya punah. Untuk itulah, seakan masih tidak ingin beranjak dari hal yang berbau horor dibuatlah film yang sedikit memberi kesan berbeda dari film horor sebelumnya. Film ini dipadu antara horor dan komedi. Gokil... Jika anda menontonnya mungkin anda akan lupa bahwa anda sedang menonton film horor, karena disana anda akan banyak tertawa dari pada ketakutannya.

Cerita dari film ini adalah dendam dari seorang suster yang meninggal karena dikejar-kejar oleh 3 orang pria sampai sisuster tertambrak mobil dan meninggal. Merasa dirinya dicelakai oleh ketiga pria tersebut si suster yang sudah menjadi hantu berusaha untuk membalas dendam. Namun ternyata si suster tidak bisa memberikan penampakan ataupun bermuka menakutkan. Disinilah kelucuan itu muncul, mulai dari belajar penampakan dengan hantu lain, ke salon hantu untuk merubah penampilan menjadi seram, dan banyak kelucuan-kelucuan lainnya. Dan ketika si suster sudah menguasai ilmu penampakan dan kecepatan berpindah rencana balas dendam pun dilaksanakan. Lagi-lagi banyak adegan yang konyol disini. Akhir ceritanya si suster tertangkap oleh ke tiga pria tersebut dan disitulah si suster minta maaf karena ternyata ketiga pria tersebut ingin mengembalikan dompet sisuster yang jatuh saat melintas didepan mereka bukan bermaksud jahat.

Rabu, 03 Februari 2010

Formulir 1721-A1 Gratis

Formulir 1721-A1
04 Feb 09

Bismillahirrohmanirrohim,
Batas akhir penyampaian SPT PPh 21 tinggal sebulan lagi. Ada beberapa perbedaan antara ketentuan yang berjalan di tahun 2008 dengan tahun 2009. Tahun 2008 perusahaan wajib menyampaikan SPT PPh 21 Tahunan, tapi ditahun 2009 sudah tidak lagi. Perbedaan yang lain adalah penyampain SPT PPh 21 Bulan Des 2009 harus menyertakan lampiran 1721-I yang berisikan Daftar Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pasal 26.

Namun demikian ada kewajiban perusahaan yang masih tetap sama dengan tahun sebelumnya yaitu mengenai pemberian form 1721-A1 ke karyawan yang nantinya akan dipakai sebagai lampiran bagi si karyawan dalam menyampaikan SPT PPh Psl 21 pribadinya. Form 1721-A1 tahun 2009 dengan tahun sebelumnya nyaris tidak ada perubahan meskipun kenyataanya ada perubahan tapi tidak terlalu berarti. Yaitu di bagian judul format tulisannya berubah.

Perubahan lain adalah dalam hal penghitungan PPh 21.
Berikut rinciannya,

Tarif PPh 21
5% 0 - 50.000.000
15% 50.000.000 - 250.000.000
25% 250.000.000 - 500.000.000
30% 500.000.000 - dst

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)
Untuk WP Sendiri Rp 15.840.000
WP Kawin Rp 1.320.000
Tanggungan Lain (Anak, Sodara sekandung, semenda, anak angkat) maks 3 org Rp 1.320.000/org
Istri yang penghasilannya digabung dengan suami Rp 15.840.000

Berikut ilustrasinya

-->
STATUS
DIRI WP
PTKP LAIN
TOTAL PTKP
K/-
Rp 15.840.000
Rp 1.320.000
17.160.000
K/1
Rp 15.840.000
Rp 2.640.000
18.480.000
K/2
Rp 15.840.000
Rp 3.960.000
19.800.000
K/3
Rp 15.840.000
Rp 5.280.000
21.120.000
TK/-
Rp 15.840.000
Rp -
15.840.000
TK/1
Rp 15.840.000
Rp 1.320.000
17.160.000
TK/2
Rp 15.840.000
Rp 2.640.000
18.480.000
TK/3
Rp 15.840.000
Rp 3.960.000
19.800.000

Biaya Jabatan maksimal Rp 6.000.000 setahun

Jika anda mengalami kesulitan dalam pembuatan formulir 1721-A1 mungkin karena jumlah yang harus anda cetak terlalu banyak atau kesulitan lain, berikut saya lampirkan formulir 1721-A1 gratis untuk anda download
Form ini sudah dalam format excel yang tidak memerlukan penghitungan kembali. Jadi anda tinggal mengisi data maka form 1721-A1 secara otomatis akan dapat anda cetak dengan penghitungan yang telah disesuaikan dengan ketentuan diatas.

Silahkan download disini 1721-A1


----------------------------------------
Semoga Bermanfaat
-----------------------------------

Catatan : Form yang anda download bukanlah hasil karya saya, melainkan hasil karya orang lain yang saya download. Mengenai data pemiliknya ada dalam bagian yang terdownload nanti.

Selasa, 02 Februari 2010

Pernikajan Kakakku

Moment Pernikahan Kakakku
Mindarsih dengan Nasikan
Kebumen, 28 Januari 2010

Alhamdulillah,...
Kebumen, 28 Januari 2010 kakak aku MINDARSIH telah resmi menikah dengan Mas NASIKAN. Baik ijab kabul maupun resepsi semua dilaksanakn di rumah orang tuaku di kebumen dan sekaligus ni menjadi moment penting berkumpulnya keluarga dan sodara-sodaraku yang bertahun-tahun ngga pernah kumpul lengkap. Baik kakakku yang pertama sampai adikku yang terakhir. Aku 6 bersaudara, 5 saudaraku di Jakarta dan satu kakakku yang no 2 di Kalimantan. Alhamdulillah semua bisa menyaksikan dan menghadiri acara pernikahan itu.
Hal yang sama juga terjadi untuk saudara-saudara dari ibuku. Mungkin inilah pertama kalinya mereka berkumpul setelah sepuluh tahun lebih ngga berkumpul. Sodara ibuku keseluruhan berjumlah 6 orang termasuk ibuku. 3 diantaranya di Kalimantan dan sisanya di Kebumen.


Konsep acaranya terbilang sederhana tapi cukup meriah bagiku. Diawali dengan ijab kabul sekitar pkl 09.00 pagi dilanjutakan dengan tausiyah/pengajian oleh K.H. Zuhrul Anam dari Banyumas diiringi Qosidah Qasima dari Magelang. Untuk Sore dan malam harinya diisi dengan Qosidah Qasima.


Ini adalah beberapa gambar yang sempat aku ambil


Ijab Qobul

Sesaat Setelah Ijab, Dengan Bapak-Ibu

Dengan Kakak Pertama, Mas Dhori dan Mba Nita

Resepsi

Resepsi

Dengan Bapak-Ibu

Pemandu Acara

Satu Keluarga Tanpa Ortu

Sekeluarga Dengan Menantu

Dengan Keluarga Ibu


Qosidah Qasima Malam

Qasidah Qasima Siang