Tampilkan postingan dengan label Ada Apa Dibalik Pernikahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ada Apa Dibalik Pernikahan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Februari 2010

Pernikajan Kakakku

Moment Pernikahan Kakakku
Mindarsih dengan Nasikan
Kebumen, 28 Januari 2010

Alhamdulillah,...
Kebumen, 28 Januari 2010 kakak aku MINDARSIH telah resmi menikah dengan Mas NASIKAN. Baik ijab kabul maupun resepsi semua dilaksanakn di rumah orang tuaku di kebumen dan sekaligus ni menjadi moment penting berkumpulnya keluarga dan sodara-sodaraku yang bertahun-tahun ngga pernah kumpul lengkap. Baik kakakku yang pertama sampai adikku yang terakhir. Aku 6 bersaudara, 5 saudaraku di Jakarta dan satu kakakku yang no 2 di Kalimantan. Alhamdulillah semua bisa menyaksikan dan menghadiri acara pernikahan itu.
Hal yang sama juga terjadi untuk saudara-saudara dari ibuku. Mungkin inilah pertama kalinya mereka berkumpul setelah sepuluh tahun lebih ngga berkumpul. Sodara ibuku keseluruhan berjumlah 6 orang termasuk ibuku. 3 diantaranya di Kalimantan dan sisanya di Kebumen.


Konsep acaranya terbilang sederhana tapi cukup meriah bagiku. Diawali dengan ijab kabul sekitar pkl 09.00 pagi dilanjutakan dengan tausiyah/pengajian oleh K.H. Zuhrul Anam dari Banyumas diiringi Qosidah Qasima dari Magelang. Untuk Sore dan malam harinya diisi dengan Qosidah Qasima.


Ini adalah beberapa gambar yang sempat aku ambil


Ijab Qobul

Sesaat Setelah Ijab, Dengan Bapak-Ibu

Dengan Kakak Pertama, Mas Dhori dan Mba Nita

Resepsi

Resepsi

Dengan Bapak-Ibu

Pemandu Acara

Satu Keluarga Tanpa Ortu

Sekeluarga Dengan Menantu

Dengan Keluarga Ibu


Qosidah Qasima Malam

Qasidah Qasima Siang




Selasa, 24 Februari 2009

Ada Apa Dibalik Pernikahan

Ada Apa Dibalik Pernikahan ?

Nikah. Untuk satu kata ini, banyak pandangan sekaligus komentar yang berkaitan dengannya. Bahkan sehari-hari pun, sedikit atau banyak, tentu pembicaraan kita akan bersinggungan dengan hal yang satu ini. Tak terlalu banyak beda, apakah di majelisnya para lelaki, pun di majelisnya wanita. Sedikit diantara komentar yang bisa kita dengar dari suara-suara di sekitar, diantaranya ada yang agak sinis, yang lain merasa keberatan, menyepelekan, atau cuek-cuek saja.

Mereka yang menyepelekan nikah, bilang "Apa tidak ada alternatif yang lain selain nikah ?", atau "Apa untungnya nikah?".

Bagi yang merasa berat pun berkomentar "Kalau sudah nikah, kita akan terikat alias tidak bebas", semakna dengan itu "Nikah ! Jelasnya bikin repot, apalagi kalau sudah punya anak".
Yang lumayan banyak 'penggemarnya' adalah yang mengatakan "Saya pingin meniti karier terlebih dahulu, nikah bagi saya itu gampang kok".

Terakhir, para orang tua pun turut memberi nasihat untuk anak-anaknya "Kamu nggak usah buru-buru menikah, cari duit dulu yang banyak".

Ironisnya bersamaan dengan banyak orang yang 'enggan' nikah, ternyata angka perzinaan atau 'kecelakaan" semakin meninggi ! Itu beberapa pandangan orang tentang pernikahan. Tentu saja tidak semua orang berpandangan seperti itu. Sebagai seorang muslim tentu kita akan berupaya menimbang segalanya sesuai dengan kaca mata islam. Apa yang dikatakan baik oleh syariat kita, pastinya baik bagi kita. Sebaliknya, bila islam bilang sesuatu itu jelek pasti jelek bagi kita. Karena pembuat syariat, yaitu Allah adalah yang menciptakan kita, yang tentu saja lebih tahu mana yang baik dan mana yang buruk bagi kita.

Persoalan yang mungkin muncul di tengah masyarakat kita sehingga timbul berbagai komentar seperti di atas, tak lepas dari kesalahpahaman atau ketidaktahuan seseorang tentang tujuan nikah itu sendiri.
Nikah di dalam pandangan islam, memiliki kedudukan yang begitu agung. Ia bahkan merupakan sunnah (ajaran) para nabi dan rasul, seperti firman Allah :
"dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan" (QS Ar-ra'd : 38)
Sedikit memberikan gambaran kepada kita, nikah di dalam ajaran islam memiliki beberapa tujuan yang mulia, diantaranya :

Nikah dimaksudkan untuk menjaga keturunan, mempertahankan kelangsungan generasi manusia. Tak hanya untuk memperbanyak generasi saja, namun tujuan dari adanya kelangsungan generasi tersebut adalah tetap tegaknya generasi yang akan membela syariat Allah, meninggikan dienul islam , memakmurkan alam dan memperbaiki bumi.

Memelihara kehormatan diri, menghindarkan diri dari hal-hal yang diharamkan, sekaligus menjaga kesucian diri.
Mewujudkan maksud pernikahan yang lain, seperti menciptakann ketenangan, ketenteraman. Kita bisa menyaksikan begitu harmoninya perpaduan antara kekuatan laki-laki dan kelembutan seorang wanita yang diikat dengan tali pernikahan, sungguh merupakan perpaduan yang begitu sempurna.

Pernikahan pun menjadi sebab kayanya seseorang, dan terangkatnya kemiskinannya. Nikah juga mengangkat wanita dan pria dari cengkeraman fitnah kepada kehidupan yang hakiki dan suci (terjaga). Diperoleh pula kesempurnaan pemenuhan kebutuhan biologis dengan jalan yang disyariatkan oleh Allah. Sebuah pernikahan, mewujudkan kesempurnaan kedua belah pihak dengan kekhususannya. Tumbuh dari sebuah pernikahan adanya sebuah ikatan yang dibangun di atas perasaan cinta dan kasih sayang.

"Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir" (QS Ar Ruum : 21)
Itulah beberapa tujuan mulia yang dikehendaki oleh Islam. Tentu saja tak keluar dari tujuan utama kehidupan yaitu beribadah kepada Allah.